BERDISKUSI DENGAN HATI #30DWCHARIKE-7
Rasanya,
hari demi hari yang kita lewati seakan sebuah tugas yang harus kita selesaikan,
begitu banyak hal yang harus kita kerjakan. Seperti dikejar kejar waktu. Belum lagi
sebuah ujian yang tiap waktu menyapa kita. Ketika ujian itu tiba, kita seakan
lemah tak berdaya. Menggerutu adalah hal yang mungkin menjadi pilihan kita. Menyalahkan
keadaan apalagi.
Sikap kita tersebut jika
diperhatikan termasuk kedalam sikap yang tidak menunjukkan kedewasaan. Lalu salahkah
kita seperti itu?. Mungkin alangkah lebih baik diganti dengan sikap lain. Setuju?.
Ketika ujian-ujian itu tiba, pernahkah
kita berdiskusi dengan hati kita?. Mungkin rasanya kalimat diatas sulit
dimaknai. Kenapa harus hati?. Kenapa bukan yang lain. Kira-kira temen-temen masih
ingat hadist berikut tidak?
“Ingatlah sesungghnya di dalam
tubuh ada segumpal daging, jika ia baik maka baiklah seluruh tubuhnya dan
apabila ia buruk maka buruklah seluruh tubuhnya. Ingatlah ia adalah hati” (HR.
BUKHARI & MUSLIM).
Jadi sebenarnya kita bersentral
ke hati kita. Lalu bagaimana hati kita?. Apakah baik atau sedang menuju ke arah
yang baik?
Berdiskusi adalah hal yang sangat
diperlukan. Sebagai sebuah contoh kasus. ketika kita merasakan sesuatu hal yang
kebanyakan orang bilang itu adalah cinta. Kita, perlu berdiskusi kepada hati,
apakah sejatinya itu adalah cinta atau hanya nafsu semata. Mungkin berdiskusi
dengan hati hampir mirip dengan self talking. Pernah melakukannya?.
Mungkin setelah berdiskusi dengan
hati. kita akan bisa memastikan bahwa, yang kita rasakan itu bukanlah tapi
hanya nafsu saja, karena cinta hanya untuk dia yang halal untuk kita.
Sependapat??
Smoga Allah menganugerahkan kita hati yang bersih
Hati yang selalu ingat kepada ALLAH..
Aamiin Ya Rabb..
Afwan atas kesalahan
#30DWCJILID3
#HARI KE -7
@MEWA AZ-ZAHRAWAN
Di antara ruang
Welll, rasa cinta itu fitrah... Tinggal bagaimana menempatkan dan mengolahnya saja. Itu kalau kakak sih ya😁
BalasHapus