Cerita Pagi

        Pagi ini, udara yang awalnya menenangkan pikiran. tiba-tiba dibuyarkan dengan suara lantang bak orator sedang berpidato. meledak-ledak. itu suara Pak mamad. Tetangga sebalah rumah ani. entah apa yang diucapkannya, samar-samar terdengar kalau sedang kecewa karena tak ada yang perhatian dan peduli padanya. Sedikit penasaran juga dengan apa yang terjadi. tapi kuhilangkan rasa penasaran itu. tak baik ikut campur orang lain. batin ku. 
    "ketika kamu mengetahui suatu rahasia seseorang maka berhati-hatilah. karena sesungguhnya engkau telah mendapatkan suatu beban amanah baru. Apakah kamu bisa menjaganya atau bahkan mengumbarnya kepada orang lain". teringat dengan satu tulisan seorang ustadz yang kubaca di Instagram.
          Siang harinya, Aku bertemu dengan sania anak pak mamad. Mukanya tak seperti biasanya. murung sekali. wajahnya hanya sesekali saja menyunggingkan senyuman. Mau bertanya kenapa kepadanya langsung tapi dia masih belum tenang. apalagi dia karakter orang yang kalau lagi sedih jarang cerita laangsung. dia pendam dulu beberapa lama. baru setelah itu ia bercerita.
   Aku terkejut ketika dia menatapku sambil menitihkan air mata. Ku tepuk punggungnya dengan pelan. untuk menguatkannya. dengan perlahan ku katakan. 
     " Yang kuat ya san... In syaa Allah kamu bisa melewatinya kok... kalau kamu mau cerita, aku siap mendengarkannya. tapi Coba kamu shalat dulu. mudah-mudahan kamu lebih tenang".


(Bersambung)

Komentar

Postingan Populer