TERGANTIKAN
"apa-apa yang menjadi takdirku, tak mungkin menjadi milik siapapun. Dan apa-apa yang bukan takdirku, pasti tak mungkin ku miliki"
Kalimat yang membuat aku lebih tenang menjalani hidup. Semoga saja selalu tenang. huft
Beberap bulan yang lalu, aku diberi kepercayaan untuk menjadi asisten dosen. Tugasnya bukan membantu mengajar di kelas-kelas sih. Karena saat itu kondisinya sedang COVID-19. Tapi tugas ku hampir 1/4 dari tugas sekretaris. Membantu menyiapkan bahan, menjalankan intruksi yang diberikan, membantu menyediakan sarana untuk rapat online (baca: join ke zoom), ngeprint, dsb.
Sempat beberapa kali diminta untuk membantu pekerjaan beliau, dan diberikan insentif (biaya akomodasi)😅😂. sebagai seorang mahasiswa yang keuangannya sangat menipis. jiwa bahagia nya loncat-loncat. haha. berasa punya kerjaan freelance.
Tapi akhir-akhir ini udah jarang banget ditelpon. karena ada pengganti atau yang menggantikan atau yang baru atau entahlah..
hu.... rindu juga masa-masa itu. 😅😂
di awal dosenku pernah cerita kalau biasanya yang membantu pekerjaan beliau adalah kakak senior ku. namun, karena pandemi kakak itu pulang ke kampung halaman. Maka, dipanggillah aku sebagia penggantinya. Berarti status Aku disini hanya sebagai Pengganti.😂 bahasanya serepan. sadar woi sadar. status mu apa.
Selama ngejalanin peran sebagai tukang bantu. sering banget sih nama aku ketuker. entah tertukar atau memang beliau-beliau lebih mengingat nama kakak senior itu dibanding aku. (Seketika ngerasain dilupakan). Tapi tetap aja nebar senyuman ke mereka. dan tetap mikir dewasa. Biasa kok orang lupa manggil namanya. apalagi Awal huruf nama kami berdua sama. Sama-sama berawalan dengan M. jadi enggak herankan.
Nah, ketika kerinduan aku kerja bareng ibu timbul. pas pula aku ngeliat postingan kakak senioran ku lagi main di rumahnya beliau. berarti fix kakak itu sekarang yang kerja atau bantuin ibu.
BYE Mega posisi mu tergantikan. 😂😂
emotnya ketawa, padahal nyesek juga sih.
Tapi, mungkin coba husnudzan aja.
- mungkin kinerja aku yang kurang baik , kurang rapi.
- terus etika ku kurang melebur
- nggak on time juga.
- banyak problem yang timbulnya darindiri
ujungnya tetap harus husnudzan dimanapum dan kapanpun. Selalu coba ambil pelajaran yang positif .
Semoga berkah dan kesehatan selalu tercurahkan kepada ibu. terimakasih telah diberi kesempatan untuk membersamai dan belajar banyak. 😊😊
Komentar
Posting Komentar